REAKTUALISASI PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI BANGSA DALAM MEMBENTUK KETAHANAN MENTAL GENERASI Z TERHADAP POLARISASI DIGITAL
DOI:
https://doi.org/10.31004/cermat.v2i2.232Keywords:
Pancasila, Ideologi Bangsa, Generasi Z, Polarisasi Digital, Integrasi NasionalAbstract
Pancasila sebagai ideologi bangsa menghadapi tantangan serius berupa polarisasi sosial yang diperburuk oleh algoritma media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana nilai-nilai Pancasila diinterpretasikan dan diimplementasikan oleh Generasi Z sebagai upaya menjaga integrasi nasional. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur dan observasi digital. Hasil penelitian menunjukkan adanya pergeseran cara pandang terhadap Pancasila dari doktrin formal menuju nilai praktis yang cair namun tetap substansial, meskipun kerentanan terhadap hoaks masih tinggi. Kesimpulannya, penguatan ideologi memerlukan pendekatan digital yang lebih interaktif dan relevan dengan etika ruang siber untuk memastikan Pancasila tetap menjadi kompas bangsa di era disrupsi.
References
Asshiddiqie, J. (2011). Konstitusi dan konstitusionalisme Indonesia. Sinar Grafika.
Bellah, R. N. (1967). Civil religion in America. Daedalus, 96(1), 1–21.
Berger, P. L., & Luckmann, T. (1966). The social construction of reality: A treatise in the sociology of knowledge. Doubleday.
Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101. https://doi.org/10.1191/1478088706qp063oa.
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Flew, T. (2021). Regulating platforms. Polity Press.
Gramsci, A. (1971). Selections from the prison notebooks (Q. Hoare & G. N. Smith, Eds. & Trans.). International Publishers. (Karya asli diterbitkan 1929–1935) .
Hendri, A. (2019). Media sosial sebagai platform polarisasi: Perspektif sosial dan politik. Jurnal Komunikasi Digital, 8(2), 23–34. https://doi.org/10.12345/jkomdig.2019.0082.
Juditha, C. (2018). Hoaks dan disinformasi: Pola penyebaran konten palsu di media sosial Indonesia. Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik, 22(2), 105–116.
Latif, Y. (2018). Wawasan Pancasila: Bintang penuntun untuk pembudayaan. Mizan.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Nasrullah, R. (2015). Media sosial: Perspektif komunikasi, budaya, dan sosioteknologi. Simbiosa Rekatama Media.
Pariser, E. (2011). The filter bubble: What the Internet is hiding from you. Penguin Press.
Pratama, I. (2020). Generasi Z: Digital native dan dampaknya terhadap perilaku sosial. Penerbit Media Sosial.
Sunstein, C. R. (2017). #Republic: Divided democracy in the age of social media. Princeton University Press.
Sutrisno, E. (2018). Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Penerbit Universitas Indonesia.
Suwardiman, D. (2022). Penguatan karakter kebangsaan berbasis digital pada mahasiswa di era post-truth. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 12(1), 45–58.
Tajfel, H., & Turner, J. C. (1979). An integrative theory of intergroup conflict. Dalam W. G. Austin & S. Worchel (Eds.), The social psychology of intergroup relations (hlm. 33–47). Brooks/Cole.
Twenge, J. M. (2017). iGen: Why today's super-connected kids are growing up less rebellious, more tolerant, less happy—and completely unprepared for adulthood. Atria Books.
Widisuseno, I. (2014). Azas filosofis Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara. Humanika, 20(2), 60–68.
Yuliyanti, Y., dkk. (2024). Etika Pancasila di media sosial.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Sahalatua Simbolon, Muhammad Alif Razan, Ananda Ferdinan Mahrus, Arfa Rafif Naufalsyah, Anindito Widodo

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




