MENJAGA TOLERANSI DI TENGAH KEBERAGAMAN: POLA INTERAKSI SOSIAL DAN MODAL SOSIAL PADA MASYARAKAT MULTIKULTURAL

Authors

  • Jelita Jelita Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Sastriana Sastriana Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Aisyah Melani Putri Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Suryati Suryati Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Candra Kirana Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Nur Anisa Jannah Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Tasya Pramukti Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Aliyyah Khorunissa Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Intan Sari Ayu Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Tessya Sofia Permata Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Anggun Agustina Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Muhammad Daffa Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • M. Agung Renaldi Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Ferdinan Farenzi Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

DOI:

https://doi.org/10.31004/jrppm.v2i1.218

Keywords:

toleransi, masyarakat multikultural, interaksi sosial, modal sosial, integrasi sosial.

Abstract

Indonesia merupakan negara multikultural yang memiliki kemajemukan suku, agama, ras, dan budaya. Kemajemukan tersebut dapat menjadi kekuatan sosial, tetapi juga berpotensi memunculkan konflik apabila tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola interaksi sosial asosiatif dan peran modal sosial dalam menjaga toleransi pada masyarakat multikultural. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap 25 informan yang terdiri atas tokoh agama, tokoh adat, aparatur pemerintah, dan masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa toleransi sosial dibangun melalui interaksi sosial yang bersifat inklusif, seperti kerja sama ekonomi, gotong royong, dan solidaritas sosial antarwarga. Selain itu, modal sosial berupa kepercayaan, norma resiprositas, dan jaringan sosial berperan penting dalam memperkuat integrasi sosial masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa toleransi dalam masyarakat multikultural dapat dipertahankan melalui penguatan nilai-nilai lokal, komunikasi sosial yang baik, serta mekanisme penyelesaian konflik secara kekeluargaan.

References

Bourdieu, P. (1986). The forms of capital. Greenwood.

Gillin, J. L., & Gillin, J. P. (1954). Cultural Sociology. The Macmillan Company.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis (3rd ed.). Sage Publications.

Putnam, R. D. (2000). Bowling Alone: The Collapse and Revival of American Community. Simon and Schuster.

Simmel, G. (1955). Conflict and The Web of Group Affiliations. Free Press.

Rohman, B. (2022). Meneguhkan Toleransi dalam Masyarakat Plural melalui Kompetensi Penyuluh Agama dalam Pelayanan Umat. Jurnal Bimas Islam, 15(1). https://doi.org/10.37302/jbi.v15i1.530

Wijaksono, A. (2023). Ethnic and Religious Tolerance in Indonesia. Journal of Developing Economies, 8(2). https://doi.org/10.20473/jde.v8i2.46417

Arifin, A. L., Deastri, L. H., Nugroho, J., & Adi, I. N. (2024). Menggagas kebhinekaan: Pemuda sebagai pilar toleransi agar berdaya saing. Ranah Research: Journal of Multidisciplinary Research and Development, 7(1). https://doi.org/10.38035/rrj.v7i1.1197

Mas’ud, F., Benu, A., Loo, W. R., Angul, K. D., Bria, E. A., Soemowinoto, S. R., & Nafa, A. S. (2025). Multikulturalisme di Indonesia: Analisis Toleransi dan Konflik Sosial dalam Masyarakat Beragam. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(4). https://doi.org/10.23969/jp.v10i04.40005

Prakoso, F. A., & Maulana, R. A. (2025). Relasi Nilai Keagamaan dan Toleransi Sosial dalam Masyarakat Multikultural: Studi Empiris di Kota Manado. PERSEPTIF: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 3(4), 166–173. https://doi.org/10.70716/perseptif.v3i4.447

Nofrianti, Y., Syamsir, S., Amanda, N., Salsabila, T., Alghiffari, H., Yudanur, R. M. Z., & Syahputra, M. A. (2024). Konflik dan Integrasi Sosial dalam Masyarakat Multikultural di Indonesia: Sebuah Studi Literatur. Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora.2(7), 161–171.

Faizal, L., Wakhid, A. A., & Qohar, A. (2023). Problem relasi dialektis dan toleransi antar umat beragama dalam masyarakat multikultural. Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama, 18(1). https://doi.org/10.24042/al-adyan.v18i1.12243

Waruwu, D., Nyandra, M., & Erfiani, N. M. D. (2020). Pemberdayaan modal sosial sebagai model pencegahan radikalisme untuk menciptakan harmoni sosial di Bali Jurnal Kajian Bali, 10(2), 515–536.

Coleman, J. S. (1988). Social capital in the creation of human capital. American Journal of Sociology, 94, S95–S120.

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design (4th ed.). Sage Publications.

Downloads

Published

2026-06-15

How to Cite

Jelita, J., Sastriana, S., Putri, A. M., Suryati, S., Kirana, C., Jannah, N. A., … Farenzi, F. (2026). MENJAGA TOLERANSI DI TENGAH KEBERAGAMAN: POLA INTERAKSI SOSIAL DAN MODAL SOSIAL PADA MASYARAKAT MULTIKULTURAL. Jurnal Riset Pendidikan Multidisiplin Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1), 6–9. https://doi.org/10.31004/jrppm.v2i1.218

Similar Articles

<< < 1 2 3 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.